Sabtu, 15 Maret 2008

ORANG-ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT


  1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci

“Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.”


  1. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat

“Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’” (HR. Muslim).


  1. Orang-orang yang berada di shaf terdepan dalam shalat berjamaah

“Susungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.”(HR. Imam Abu Dawud).


  1. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah

(tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf). “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.” (Shahih At-Targhib wat Tarhib I/272).


  1. Para malaikat mengucapkan ‘Amiin’ ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah

“Jika seorang Imam membaca ‘Ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘Aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” (HR. Imam Bukhari).


  1. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat

“Para Malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) untuk salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (Para Malaikat) berkata, ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’.” (HR. Ahmad).


  1. Orang-orang yang melakukan shalat Shubub dan ‘Ashar secara berjama’ah

Para Malaikat berkumpul pada saat shalat Shubuh lalu Para Malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga subuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘Ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘Ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat’.” (HR. Ahmad).


  1. Orang yang mendoakan Saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan

“Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘Aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’.” (HR. Muslim).


  1. Orang-orang yang berinfak

“Tidak satu haripun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta irang yang pelit’.” (HR. Bukhari dan Muslim).


  1. Orang yang sedang makan sahur

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur.” (Shahih At-Targhiib wat Tarhiib I/ 519).


  1. Orang yang sedang menjenguk orang sakit

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga Shubuh.” (HR. Ahmad).


  1. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain

“Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.” (HR. Tirmidzi).



Sumber : Mutiara Amaly Penyejuk Jiwa Penyubur Iman Volume 46


Tidak ada komentar: