Rabu, 27 Juli 2011

Hasil Pacu Jalur Teluk Kuantan Tahun 2011

Seperti tahun sebelumnya, pelaksanaan pacu jalur dipercepat dari biasanya. Lazimnya pacu jalur yang merupakan event nasional, masuk dalam salah satu agenda pariwisata nasional dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT-RI yang pelaksanaannya sekitar tanggal 23-26 Agustus setiap tahunnya. Disebabkan tanggal tersebut pada tahun 2011 bertepatan dengan bulan Ramadhan, sementara itu pelaksanaan pacu jalur membutuhkan energi ekstra sehingga dikhawatirkan mengganggu ibadah Ramadhan, maka pelaksanaan pacu jalur pada tahun 2011 di Teluk Kuantan dilaksanakan pada tanggal 23-26 Juli 2011.
Pengunjung Pada Hari ke-4 (Final) Pacu Jalur di Teluk Kuantan Tahun 2011

Secara umum pelaksanaan Pacu Jalur di Teluk Kuantan Tahun 2011 berjalan lancar. Hanya saja pada hari Ke-4 setelah hasil putaran kedua, hilir yang kedua diumumkan (dimana antara Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori vs Jalur Puti Mandi Mayang Taurai RAPP, dimenangkan oleh Jalur Puti Mandi Mayang Taurai), terjadi bentrokan antara kedua belah pihak jalur. Diduga insiden ini dipicu oleh salah satu pihak (jalur) tidak terima dengan hasil akhir ataupun keputusan Dewan Hakim. Berikut video cuplikan lomba antara jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori vs Jalur Puti Mandi Mayang Taurai RAPP, yang dimenangkan oleh Jalur Puti Mandi Mayang Taurai



Namun lebih detail tentang sebab dan kronologi kejadiannya, saya tidak tau pasti karena hal itu sudah ditangani oleh Aparat Keamanan. Menurut saya Aparat Keamanan kurang mengantisipasi bentrokan yang sudah dapat diperkirakan terjadi.
Saya pribadi sangat menyesalkan insiden seperti ini terjadi. Barangkali pembaca yang memiliki jiwa sportifitas dalam bertanding juga menyikapi insiden tersebut serupa dengan saya. Semoga hal-hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi pada event-event Pacu Jalur dimasa yang akan datang. Amiin.

Hasil Pacu Jalur yang dilaksanakan di Teluk Kuantan dari tanggal 23-26 Juli 2011 adalah :
Juara I direbut oleh Jalur Sembilan Langkah Puteri Samudera, , berasal dari Desa Banjar Benai Kec. Benai Kab. Kuansing.
Juara II direbut oleh Jalur Puti Mandi Mayang Taurai RAPP (Juara I Pacu Jalur Teluk Kuantan 2010),  berasal dari Desa Rantau Sialang Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuansing.
Juara III direbut oleh Jalur Sialang Soko Putri Mandi, berasal dari Desa Sitako Raya Kec. Peranap Kab. Indragiri Hulu.
Juara IV direbut oleh Jalur Dewa Ruci Arung Samudera, berasal dari Desa Pulau Sipan Kec. Inuman Kab. Kuansing.
Juara V direbut oleh Jalur Ngiang Kuantan Cahayo Nagori, berasal dari Desa Kampung Baru Kec. Gunung Toar Kab. Kuansing.
Juara VI direbut oleh Jalur Kalo Jengking Tigo Jumbalang, berasal dari Desa Sungai Manau Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuansing.
Juara VII direbut oleh Jalur Toduang Kuantan, berasal dari Desa Tanah Bekali Kec. Pangean Kab. Kuansing.
Juara VIII direbut oleh Jalur Giriang-giriang Rimbo Putri Maimbau,  berasal dari Desa Jaya Kopah Kec. Kuantan Tengah Kab. Kuansing.
Juara IX direbut oleh Jalur Panglimo Olang Putiah, berasal dari Desa Sungai Ala Kec. Hulu Kuantan Kab. Kuansing.

Demikian hasil terakhir yang saya ketahui, jika ada penambahan juara ataupun kesalahan penulisan peringkat atau nama jalur, saya minta maaf dan tolong dishare (beritahu) kepada saya untuk informasi bersama.

Berikut video cuplikan perebutann posisi I dan II pada Event Pacu Jalur di Teluk Kuantan, tgl 26 Juli 2011







Sabtu, 23 Oktober 2010

Hasil Pacu Jalur di Teluk Kuantan Tahun 2010

Pacu Jalur pada Tahun 2010 dimulai lebih cepat dari biasanya. Hal ini dikarenakan waktu pelaksanaan biasanya yaitu sekitar tanggal 20-an pada bulan Agustus, bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, sementara itu pelaksanaan Pacu Jalur itu sendiri membutuhkan tenaga ekstra untuk mendayung. Oleh karena itu, pada tahun 2010 pelaksanaan pacu jalur dipercepat menjadi tanggal 29 Jul – 1 Agustus 2010.

Secara umum menurut saya, pelaksanaan pacu jalur berjalan lancar. Hanya saja, pada hari ke-4 setelah pacu perebutan juara I berlangsung dan hasilnya diumumkan, terjadi insiden yang sangat disayangkan oleh sejumlah anak pacuan dari salah satu jalur. Menurut hemat saya dalam hal ini panitia tidak tegas, atau peraturan yang tidak begitu ketat sehingga dasar panitia (hakim perlombaan) tidak kuat untuk mengambil keputusan. Barangkali disebabkan oleh hal tersebut, maka juara VII diperoleh oleh dua jalur sementara juara VIII tidak ada. Hasil terakhir keputusan panitia diperoleh sebagai berikut :

Juara I diperoleh oleh Jalur Puti Mandi Mayang Terurai
Juara II diperoleh oleh Jalur Siluman Buayo Danau
Juara III diperoleh oleh Jalur Panglimo Sati
Juara IV diperoleh oleh Jalur Batu Lompatan Harimau Kompe
Juara V diperoleh oleh Jalur Bintang Emas Cahaya Intan
Juara VI diperoleh oleh Jalur Soriak Serumpun Talang Betutu
Juara VII diperoleh oleh Jalur Keramat Sakti Alam Bagontar dan Jalur Kalo Jengking Tigo Jumbalang
Juara IX diperoleh oleh Jalur Puti Andini Bunga Cempaka
Juara X diperoleh oleh Jalur Pendekar Hulu Bukit Tebandang
Juara XI diperoleh oleh Jalur Panglimo Olang Putih
Juara XII diperoleh oleh Jalur Pelangi Indah Cahayo Biru Riau Pos
Juara XIII diperoleh oleh Jalur Kilat Limbayang Tigo Muaro
Juara XIV diperoleh oleh Jalur Harimau Tuah Negori
Juara XV diperoleh oleh Jalur Halilintar Gelombang Cahaya Putih
Juara XVI diperoleh oleh Jalur Dewa Ruci Arung Samudera
(Mohon maaf jika ada kesalahan ketik nama atau asal desa). Hasil yang lebih lengkap lagi dapat dilihat pada file berbentuk pdf dengan mengklik Hasil Pacu Jalur Tahun 2010
Jika pembaca ingin melihat foto-foto seputar pacu jalur 2010, dapat dilihat dengan melakukan klik pada link ini.

Kamis, 20 Mei 2010

TELUK KUANTAN

Teluk Kuantan merupakan ibukota Kabupaten Kuantan Singingi, kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten induknya yaitu Kabupaten Indragiri Hulu. Sebelumnya Teluk Kuantan sering juga disebut Taluk Kuantan. Jalur darat yang menghubungkan antara Teluk Kuantan  dan Ibukota Propinsi Riau, Pekanbaru berjarak sekitar 160 km dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dengan kecepatan rata-rata 80 Km/jam.

Sementara itu jarak terhadap ibukota kabupaten lain seperti Kampar adalah sekitar 226 Km dan jarak terhadap ibukota Kodya Dumai sekitar 364 Km. Jarak terhadap ibukota Propinsi Sumatera Utara, Medan sekitar 829 Km. Dibawah adalah rambu-rambu yang menerangkan jarak menuju beberapa kota, rambu-rambu ini terpasang sekitar 2 Km dari kota Teluk Kuantan.            
Nama Teluk Kuantan boleh dikatakan sangat terkenal di Propinsi Riau. Hal ini disebabkan karena banyaknya sumber daya manusia yang ada di Riau berasal dari Teluk Kuantan, terutama Guru. Hal  ini disebabkan karena sekolah-sekolah dulunya banyak yang dibangun di Kota Teluk Kuantan ini, seperti SPG, SMEP, STM, SMA, dan sekolah-sekolah lainnya.

Pernah saya menginjakkan kaki di suatu desa bernama  Talang Lakat, yaitu suatu daerah yang berada dalam wilayah Kabupaten Indragiru Hulu dalam kegiatan pemantauan Pemilu Presiden Tahun 2004. Dalam kegiatan tersebut saya bertemu dengan salah seorang Guru yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi. Salah satu pernyataannya kepada saya waktu itu kira-kira berbunyi seperti ini : jika anda datang kedaerah di Riau ini dan ingin bertemu dengan "urang toluak" cari aja di sekitar sekolah. Artinya hampir setiap sekolah di wilayah propinsi Riau terdapat orang yang berasal dari Teluk Kuantan. Bahkan saya pernah mendengar pernyataan beberapa orang, bahwa Universitas Riau, salah satu Universitas Negeri yang ada di Propinsi Riau, dulunya pernah dijuluki "Universitas Urang Toluak" karena mulai dari Jabatan Rektor hingga Cleaning Servicenya orangnya berasal dari Teluk Kuantan. "Urang Toluak" tersebut merupakan bahasa daerah yang berarti orang yang berasal dari Teluk Kuantan dan sekitarnya yang berada di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sekarang ini. Kenapa dulunya orang-orang tidak menyebutnyua dengan urang kuansing atau disingkat orang kuansing (dalam bahasa daerahnya urang kuansing)?

Ketika wilayah Kabupaten Kuantan Singingi masih merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, nama Kuantan Singingi belum  ada/ dikenal. Teluk Kuantan itu sendiri merupakan ibukota Kecamatan Kuantan Tengah, sama seperti Baserah, Cerenti, Lubuk Jambi, Muara Lembu. Namun yang lebih dikenal oleh orang saat itu adalah Teluk Kuantan. Jadi orang yang berasal dari wilayah Kabupaten Kuantan Singingi sekarang, jika memperkenalkan diri dengan orang yang berasal dari luar wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, lebih senang mengatakan sebagai orang yang berasal dari Teluk Kuantan atau dalam bahasa daerahnya adalah "Urang Toluak.".

Teluk Kuantan sebelum menjadi ibukota Kabupaten sering juga disebut Taluk Kuantan  yang merupakan kenegerian yang terdiri dari 5 desa antara lain Koto Taluk, Sawah Taluk, Seberang Taluk, Pulau Aro, dan Pulau Kedunduang. Teluk Kuantan dilalui sebuah sungai bernama Batang (sungai) Kuantan, dimana alirannya (hulu sungai) berasal dari Danau Singkarak dan bermuara ke Sungai Indragiri selanjutnya menuju ke Laut Cina Selatan.

Sungai Kuantan

Teluk Kuantan disamping banyaknya sekolah yang didirikan didaerah ini, juga memiliki event budaya setiap tahunnya yang lebih dikenal dengan sebutan Pacu Jalur. Jalur yang dalam bahasa daerahnya Jaluar merupakan perahu/ sampan yang terbuat dari batang kayu yang berisikan sekitar 60-80 orang, yang disebut anak pacuan. Perlombaan ini biasanya berlangsung pada bulan Agustus sekitar tanggal 23-26 setiap tahunnya. Namun karena kegiatan ini membutuhkan energi ekstra bagi anak pacuan maka kegiatan akan dialihkan waktunya jika pada bulan Agustus bertepatan dengan bulan Ramadhan. Arena pacu jalur ini menggunakan Sungai Kuantan yang membelah Kota Teluk Kuantan. Panjang arena pacu jalur dari tempat start sampai finish sekitar 1 kilometer dari arah hulu menuju ke hilir sungai disekitar Kota Teluk Kuantan.
Suasana Latihan Menjelang Even Pacu Jalur

Dulu sebelum jalan lintas timur dibuka, Teluk Kuantan merupakan tempat strategis. Jika dari Tembilahan (Kab. Indragiri Hilir), Rengat (Kab. Indragiri Hulu) hendak menuju ke Pekanbaru (Ibukota Propinsi Riau) atau sebaliknya akan melewati Teluk Kuantan. Begitu juga dari Tembilahan (Kab. Indragiri Hilir), Rengat (Kab. Indragiri Hulu) hendak menuju ke Padang (Ibukota Propinsi Sumatera Barat) atau sebaliknya juga melewati Teluk Kuantan. Teluk Kuantan juga merupakan jalur Lintas Sumatera (sekarang Lintas Barat Sumatera). Jadi, kalau dari Pekanbaru, Rengat, Tembilahan, Dumai hendak menuju ke Jakarta melalui jalan darat, akan melalui Teluk Kuantan.Sejak jalan lintas timur dibuka, Teluk Kuantan hanya dijadikan Jalur Alternatif menuju Jalan Lintas Barat Sumatera.

Sungai Kuantan Terlihat Dari Desa Seberang Taluk

Setelah menjadi Ibukota Kabupaten, Teluk Kuantan juga semakin berbenah dalam pembangunan dan terdapat banyak perubahan dari sebelumnya.

Malam Minggu di Taman Jalur

Jika Ingin Melihat Foto-Foto Kota Teluk Kuantan, dapat anda lihat di link berikut ini : http://www.ziddu.com/albumview.php?auid=269087 dan http://www.ziddu.com/albumview.php?auid=267987
Disamping itu, terdapat juga foto-foto objek wisata yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, dapat anda lihat pada link : http://www.ziddu.com/albumview.php?auid=266752

Sabtu, 17 April 2010

STEGANOGRAFI






Steganografi adalah ilmu sekaligus seni untuk menyembunyikan suatu data yang berisi informasi sehingga keberadaan data tersebut tidak diketahui oleh orang lain. Steganografi berasal dari kata steganos dan graptos. Steganos dalam bahasa Yunani artinya tersembunyi dan graptos artinya tulisan.
Steganografi sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh Herodatus, saat menuliskan pesan rahasia pada kepala budak yang telah dibotaki. Budak tersebut baru mengantarkan pesan yang ada dikepalanya setelah rambut dikepalanya tumbuh sehingga orang tidak dapat melihat dan mengetahui keberadaan pesan tersebut.
Seiring dengan perkembangan zaman, steganografi berkembang menjadi steganografi modern. Steganografi modern membutuhkan dua komponen yaitu data yang akan disembunyikan dan media tempat menyembunyikan data. Data yang akan disembunyikan dapat berupa teks, citra (gambar), suara (audio), dan video. Begitu juga media yang akan dijadikan tempat persembunyian dapat berupa teks, citra (gambar), suara (audio), dan video.
Arubusman, dalam skipsinya (dapat dilihat di http://iwayan.info/FileMahasiswa/SkripsiYus_AudioSteganografi_2007.pdf) menuliskan beberapa metode dalam steganografi dewasa ini. Metode-metode untuk menyembunyikan data tersebut juga bermacam-macam, tergantung media persembunyiannya. Steganografi yang menggunakan teks sebagai media persembunyiannya dapat menggunakan metode spasi terbuka, metode sintaktik, dan metode semantik. Sementara itu steganografi yang menggunakan media citra (gambar) dapat menggunakan metode least significant bit (LSB), masking dan filtering, dan transformation. Kemudian yang menggunakan media suara (audio) diantaranya adalah low bit coding, phase coding, spread spectrum, dan echo coding.